April 18, 2011

serious talk about marriage

Kemarin diundang kakak tertua papa popos ke rumahnya buat ngobrol2. Bisa dibilang, buat keluarga papa, udah kayak pengganti orangtua. Selain ngobrol sm mamak jg ngobrol sm kakak sepupu AeN. About what? Apalagi kalo bukan soal pernikahan. :)

Sambil nunggu kakak pulang, kita ngobrol sambil bercanda liat keponakan AeN yg lagi doyan2nya main. Lucu banget tingkahnya. Sempet deg2an juga mau ngomong apa ya mamak smp ngundang gw dateng sgala. Akhirnya setelah kakak datang mengalirlah pembicaraan serius soal pernikahan.

Kakak membuka pembicaraan dgn bilang bahwa menikah itu berarti menyempurnakan din kita. Karena AeN dan lisna sudah serius mengambil keputusan menikah, maka harus tau masing2 kelebihan dan kekurangan. Harus bisa menerima apa kekurangan dan kelebihan pasangan masing2. Kalian tumbuh dalam keluarga berbeda, cara didik yg beda dan adat yg jg beda. Jadi masing2 harus saling pengertian, saling mengimbangi. AeN harus bisa jadi imam yg baik bagi lisna dan anak2 kalian kelak. Lisna jg harus bisa jd makmum yg baik dan mengingatkan suami.

Nikah itu ibadah dek. Yang namanya manusia ibadah, pasti setan dan iblis suka sekali ganggu. Bentuknya bisa macam2, dr dlm diri sendiri, orang lain sampai keluarga jauh. Godaan itu pasti ada, namanya juga setan suka sekali mengganggu manusia yg ingin beribadah. Karena kalian berdua udah memutuskan menikah dek, harus istiqamah sm keputusan kalian. Walaupun ada pria lain mendekati, Lisna harus tetap istiqamah. Walaupun AeN digoda perempuan lain, AeN harus tetap istiqamah. Tidak boleh meladeni godaan2 itu dek, karena itu setan yg mengganggu dek.

Menikah itu juga bukan antara kalian berdua saja. Menikah itu berarti AeN menikahi keluarga lisna dan lisna menikahi keluarga AeN. Mencari calon istri atau suami itu jgn yg hanya bagus luarnya dan jgn cuma kamu yg suka. Mencari calon suami atau istri itu yg jg baik untuk keluarga, yg diridhai keluarga. Nah kalian kan sudah setuju menikah, alhamdulillah keluarga jg sudah merestui dan meridhai. Jadi kedepannya mesti mempertimbangkan kedua belah pihak secara adil. Ini maunya A, ini maunya B. Bagaimana nanti kalian menyikapinya dgn sabar dan bijaksana.

Dalam menikah itu harus jujur, terbuka, saling percaya dan pengertian. Jujur apa adanya, misalnya soal keuangan. Ini dek, penghasilan AeN. Apa2 harus dibicarakan dan disepakati. Begini lho model yg AeN mau, atau ini lho yg Lisna harapkan. Semua harus terbuka. Dan perempuan itu kalo banyak tanya bukan berarti tidak percaya atau curiga. Itu namanya bentuk perhatian. Dan perempuan jg tidak boleh mengekang, asal lelaki tahu mana batasan yg boleh dan dilarang. Walaupun perempuan jg mesti waspada ni kalo laki2nya berbohong.

Daaaannn masih banyaaaaak perbincangan yg lain. Dan alhamdulillah, pembicaraan serius kemarin malam jg ditutup dgn kabar baik. Makasih banyak ya mamak udah bantuin pengurusan booking dsb. *huuug* =D

Next? Tetap istiqamah seperti yg kakak bilang. Semoga Allah memberikan yg terbaik buat kita berdua dan juga keluarga. Seperti yg udah Lisna pernah bilang, restu orangtua, keluarga udah kita kantongin, jd ke depan insya Allah ada jalannya. Tinggal ikhtiar dan tawakal.

Love u, life . =D

No comments:

Post a Comment