October 18, 2013

Proses Kelahiran Nayandra Alisha Latief

Assalammu'alaikum..

It's been quite a while. Apa kabaaaar? Kalo aku alhamdulillah baiiiik, luar biasaaaa..hohoho. Terakhir update waktu masih nunggu kelahiran buah hati tercinta. Lagi berpasrah atas segala proses yang akan dijalani saat kelahiran. Daaaan, alhamdulillah di hari Kamis, 12 September 2013 pkl 19.35 putri pertama kami lahir dengan sehat, selamat tanpa kekurangan suatu apapun dengan proses kelahiran c section aka caesar. Kami beri nama Nayandra Alisha Latief (Naya+Andra: Pimpinan yang kuat dan bersemangat, Alisha: dilindungi oleh Tuhan, Latief: lembut/nama belakang kakek dari suami). Dan si kecil kami panggil Naya atau dedek Nay. Ceritanya gimanaaaa? Ahh akupun tak sabar ingin bercerita,hihihi. Anyway, ini nulisnya waktu dedek bobo yah, jadi sepersekian menit nengok ke baby box liat dia bangun apa engga, hahaha.. 


Okay, here we go...


Kamis, 12 September 2013


Tadinya ni yaa, seperti yang aku ceritain di postingan sebelumnya, tadinya induksi mau dilakukan tanggal 9 September 2013. Kalo belum ada bukaan sama sekali pertama akan pakai induksi balon dan kedua pakai induksi infus. Tapiii, kita berdua masih berharap bisa lahiran alami tanpa harus induksi. Jadilah kita tunda2 terus tuh induksi sambil berharap, berusaha dan berdoa bisa kontraksi alami. Cuma ya memang manusia itu hanya bisa berencana yah, ditunggu sampai lewat 9 September ngga kontraksi2 juga, jadilah dengan mengucap bismillah bertekad induksi di Kamis, 12 September 2013. 


Jadi, koper dan tas yang berisi baju dan perlengkapan sudah kita siapkan di mobil supaya langsung angkut kapanpun. Pagi2 kita berdua langsung cuss ke RS, berusaha santaaaiii, dan pasrah. Banyak2 dzikir aja dalam hati dan saling mengingatkan untuk tenang dan tidak panik di ruang bersalin. Alhamdulillah bebong jadi suami siagaaaaa, papa bebong dapet 4 jempol pokoknya, hihihi.. Love u much sayang.. :* Sesampainya di RS langsung menuju ruang bersalin dan di CTG, alhamdulillah kondisinya bagus, baik aku dan bayiku, ketuban juga bagus. Dan belum mules juga, jadi pasrah aja deh. Kun fayakun. Alhamdulillah dari proses awal suami ngga pernah pergi dari sisiku ini, aiiisshhh sedaaap, hahaha. Plus didampingi sama mamih, alhamdulillah jadi lebih tenang. Dokter pun datang dan dicek dalamlah saya. Jeng jeeeeng, ternyata sudah bukaan dua sodara-sodara. Dan eyke ngga berasa apa2, hahaha.. Ternyata, show (lendir yang disertai flek pertanda terbukanya jalan lahir) tidak selalu harus keluar, dokter bilang ngga perlu diinduksi. Alhamdulillah. Akhirnya dikasih sedikit obat untuk mempersering kontraksi. Masih belum berasa apa2 tuh, makan masih lahap, bisa dibilang gembul malahan, hahaha..



ini udah bukaan dua niii, masih lahaap, hihihi...
Nah, sekitar jam 2 siang berasa ketuban rembes dan sekitar 2.30 siang petualangan pun dimulai (baca: kontraksi sesungguhnya :P), hahaha. Nah, alhamdulillah akhirnya ngerasain deh tuh rasanya kontraksi menuju kelahiran. Inilah momen di mana aku merasakan secara harfiah setengah hidup dan mati. Subhanallah. Love u much mamih, maafin yaaah klo anaknya punya salaaah, bandel atau nyakitin hati, huhuhu. Dan perjuangan dari pembukaan 2 sampai dengan pembukaan 10 berlangsung dari pkl 14.30-16.30. Alhamdulillah, aku ngga panik dan menerapkan dengan baik teknik pernafasan saat proses melahirkan. Thanks a lot to bu cemiii.. Ngga ada reaksi lebaay dengan teriak2 atau nyakarin suami, hahaha. Alhamdulillah suami selalu ada di samping aku, dan memegang tangan eraaaaaat, seringnya aku remaaaas sampai tangannya pucat. Alhamdulillah selalu kasih support dan ngingetin untuk tetap nafas yang benar, ngga boleh merem dan jangan ngeden dulu.