Follow Me @lisna_dwi

January 27, 2016

Belajar Berkuda di Adria Pratama Mulya (APM) Equestrian Centre

January 27, 2016 28 Comments
Assalamu'alaikum wr wb.

Ada yang resolusi tahun 2016 mencoba sesuatu (misal olahraga, liburan, makanan, etc) yang baru ngga? Berarti harus mencoba kegiatan ini, yaitu berkuda! Bukan, bukan berkuda di Taman Lansia atau lokasi wisata gitu, hehehe. Tapi berkuda semacam olahraga keluarga kerajaan dan bahkan seperti yang dicontohkan Rasulullah SAW. Biasanya saya lihat di TV atau film aja, kayaknya keren, hahaha.


Link sumber 

January 21, 2016

Kanawa Coffee and Munch

January 21, 2016 13 Comments
Assalamu'alaikum wr wb,

Ada yang suka kerja dari coffee shop ngga? Atau ngopi-ngopi cantik bareng sahabat? Atau meeting di luar kantor bareng rekan setim? Beberapa waktu lalu, saya coba meeting di satu tempat ngopi yang beralamat di Jalan Suryo No. 23, Kebayoran Baru, Jakarta. Namanya Kanawa Coffee and Munch. Awalnya ketemu sama Kanawa dari hasil browsing si (reference blog). Biasa deh permasalahan di tim saya kalo mau meeting di luar kantor mesti kemana yaaa, hahaha. Mau di Pand'or agak bosan karena cukup sering, beberapa tempat lain juga sayangnya full booked. Akhirnya ketemulah Kanawa yang memiliki 2 ruang meeting private. Yeaaay.. Setelah telepon, saya bicara dengan Mas Aji. He was so helpful, saya mah anaknya mudah kepincut sama service yang ramah dan baik. Akhirnya setelah tanya beberapa hal, saya book ruang meeting di sana. Waktu itu karena saya berempat, perkiraan paketnya yaitu ruangan dan makan besar (kecuali steak), cemilan, kopi, teh dan air mineral. Estimasi saat itu 1,8 juta rupiah untuk seharian, dari jam 9-5 sore. Dalam ruang meetingnya sudah ada LCD monitor untuk presentasi, sudah bisa pakai USB juga.

Signage Kanawa Coffee and Munch

January 18, 2016

Impian 2016 : Punya Nissan Serena

January 18, 2016 8 Comments
Assalamu'alaikum wr, wb.

Selamat datang 2016! Banyak orang sekarang mungkin sudah menyusun rencana di tahun ini, begitu pula dengan saya. Sudah ada beberapa wishlist yang saya miliki, salah satunya adalah memiliki mobil keluarga sendiri. Kenapa saya bilang memiliki mobil keluarga sendiri? Karena mobil yang saya dan keluarga gunakan saat ini jenisnya sedan dan masih punya orangtua, hehehe. Sementara anak kami sudah semakin besar dan tahun 2016 ini siapa tahu kami dianugerahi anak kedua. :D Jadi, rasanya tahun ini sudah saatnya saya dan suami memiliki mobil keluarga idaman kami.

Ngomongin soal mobil keluarga idaman, saya dan suami punya concern yang agak berbeda. Kalo saya pertimbangannya berat ke muatan, maksudnya harus bisa nampung banyak orang gitu lho, hehehe. Maklum ya ibu-ibu, inginnya semua keangkut, semua keluarga bisa ikut, apalagi saya dari keluarga besar, bukan hanya jumlahnya yang banyak tapi ukurannya juga besar-besar, hihihi. Selain itu selain muat banyak, yang naik pun harus nyaman, dan level kenyamanannya dari depan sampai yang paling belakang itu harus sama. Kadang kan ada tuh ya mobil yang bagian depan bagus, mewah, nyaman, eh pas di paling belakang seperti alakadarnya aja. It's a big no no. Satu lagi yang ngga kalah penting, harus irit yaaaa.. :D


Link sumber

January 15, 2016

My Best Moment 2015

January 15, 2016 2 Comments
Assalamu'alaikum wr wb,

Tahun 2015 alhamdulillah adalah tahun yang penuh berkah terutama buat saya dan keluarga kecil saya. Tapi sebenarnya tahun kesedihan juga untuk keluarga besar dari mamih karena salah satu Uwak (kakak mamih) meninggal secara tiba-tiba.

"Jika kamu bersyukur pasti akan aku tambah (nikmat-Ku) untukmu dan jika kamu kufur maka sesungguhnya siksa-Ku amat pedih" Q.S. Ibrohim (14):7

Apapun keadaan dan situasi yang kita lalui di 2015, sudah kewajiban kita untuk bersyukur. Bisa menulis ini saja alhamdulillah kan berarti diberi nikmat sehat, panjang umur hingga bisa sampai di 2016. Setelah berpikir keras memilih momen mana saja yang bisa saya anggap terbaik, ini adalah beberapa diantaranya :

1. Mamih ketemu penyanyi dangdut favorit

Jangan ketawa ya baca judulnya, hahaha. Mamih emang suka banget sama dangdut. Jadi ceritanya begini. Pekerjaan saya di bidang marketing & communication dekat hubungannya dengan media iklan di TV, koran, digital dsb. Singkatnya mah yang berhubungan dengan komunikasi mengenai brand saya. Kebetulan, di tahun lalu perusahaan saya menggunakan channel media sponsorship TV untuk menjangkau customer, sebut saja kalangan tukang bangunan. Di waktu luangnya, sebagian besar menonton TV, dan acara yang mereka minati adalah sinetron dan entertainment. Lebih spesifik lagi, entertainment macam apa sih, ya dangdut. Itulah awal mula kenapa saya dan tim jadi beriklan di dan sponsorin acara dangdut, hehehe. Sebelumnya cuma saya yang ngerti dangdut, karena apa? Ya karena mamih dari saya orok nyetelnya musik dangdut, hahaha. Kan masih banyak yang menganggap dangdut itu norak dan kampungan ya, jadi kadang suka dicengin juga tuh saya. Tapi saya mah cuek, elu-elu gw-gw kalo masalah selera yaaa, hahaha. Emang si ada yang suka goyang seronok dan bajunya juga super seksi. Jangankan dangdut si ya, musik R&B dan dance gitu juga banyak yang baju dan goyangannya gitu, hehehe.

Final D'Academy Asia

January 12, 2016

My Diet Journey : Turun 15 Kg Dalam 3 Bulan

January 12, 2016 71 Comments
Assalamu'alaikum wr wb,

Selamat tahun baru 2016 semuaaaaa. Apa kabarnya? Semoga di tahun yang baru ini kita semua selalu sehat, makin sukses dan tetap semangat yaaaa.. Setelah beberapa waktu sengaja saya tunda, kali ini saya memantapkan hati untuk sharing soal perjalanan diet saya. Kenapa saya tunda? Karena sebenarnya belum mencapai target yang saya inginkan, masih separuh jalan walaupun hasilnya sudah lumayan kelihatan. Jadi kemarin-kemarin tuh rasanya ngga afdol gitu kalo belum mencapai target tapi udah posting cerita lengkapnya. Tapi akhirnya posting juga buat memotivasi (kembali) diri ini plus ada beberapa pertanyaan juga dari yang kebetulan baca blog saya.

Inilah dia si jali-jali kisah diet saya...

Ketika hamil tahun 2012-2013 lalu, berat badan naik hingga 22 kg. Berat sebelum hamil 58 kg dan sesaat sebelum melahirkan mencapai 80 kg. Luar biasa ya, hahaha. Setelah melahirkan pun hilangnya ngga terlalu banyak, paling hanya 9 kg, sisanya masih nempel di saya. Iya posesif amat itu berat badan sama saya, hahaha. Saat cuti 3 bulan karena masih masa adaptasi sebagai ibu, mengurus bayi dan istirahat malam yang kurang, akhirnya turun berat badan secara alami hingga 15 kg. Jadi saat masuk kantor saat itu, tinggal 7 kg lagi tuh sisanya. Do the math ya, hihihi. :P Kemudian dimulailah hari-hari bekerja kembali seperti biasa dengan status sebagai busui (ibu menyusui). Nah, saya itu tipe stress eater klo istilah saya si, alias kalo lagi stress or banyak kerjaan kompensasinya ke makan, hahaha. Belum lalu excuse saya yang lagi menyusui, jadilah saya pemalu aka perempuan makan melulu, hihihi. Jangan ditiru yaaaaa.. :)) Niat mau diet tapi suami masih bilang ngga usah dulu sampai Naya umur 2 tahun. Yess karena suami ngga protes atau keberatan, jadilah saya semakin santai kayak di pantaiiii.. Yeah right, hahaha.

Saya sebelum diet

Mendekati September 2015, mulailah saya mencari metode diet yang cocok dan aman buat saya. Yang ngga terlalu neko-neko, ngga perlu minum obat diet atau olahraga berlebihan. Kebetulan ada teman kantor yang sudah lebih dahulu melakukan diet dan dari keseharian program diet yang dia lakukan sepertinya cocok buat saya. Keberhasilannya pun cukup bagus, asalkan disiplin mengikuti menu. Kalopun temenku cheating makan atau minum yang ngga boleh, berat badannya pun ngga yo-yo, masih cenderung stabil. Dan Bismillah, akhirnya saya datang ke Dokter Ahli Gizi referensi teman itu, namanya Dr. Joko Siswoyo, MS, SpGK.

Informasi tentang Dr Joko tentu saja saya dapatkan dari teman yang sudah ikut programnya. Dokter Joko praktek di 2 tempat, yaitu RS Permata Cibubur dan Klinik pribadinya di Mall Bellagio Mega Kuningan. Untuk info jadwal prakteknya bisa diintip di website miliknya. Saya pilih di kliniknya yang berada di Mall Belagio karena lebih dekat dengan rumah saya dan secara waktu, saya bisa datang konsultasi selepas kerja. Sebelum datang, teman saya sudah wanti-wanti klo Dr Joko "agak galak", hihihi. Apa sebab? Karena Dr Joko biasanya ngga akan melayani pertanyaan pasiennya ketika dia sedang membuat planning program diet buat pasien tersebut. Dan Dr Joko juga biasanya akan saklek bilang ngga sama kompromi/toleransi yang sering banget ditanyakan oleh pasiennya. Misalnya, tertulis di menu cuma boleh makan brokoli, jangan tanya bisa diganti apa engga. Atau dalam menu tertulis lauknya ikan, ayam tanpa kulit atau daging, terus kita tanya boleh diganti telur ngga dok, udah pasti jawabannya "di menu apa tertulisnya apa? Ikutin apa yang tertulis di menu saja." Dan seterusnya, hahaha. Jadi, sebaiknya kalo memang konsultasi sama beliau sebaiknya diam dulu waktu dia bikin rencana diet kita. Mungkin sebagian orang ngga bisa terima, tapi kalo saya mah saya iyain dulu aja deh, hahaha.

Saya pertama kali datang tanggal 1 September 2015, sepulang kerja sekitar jam 6 sore. Rasanya deg-degan sebelum masuk, hahaha. Waktu itu memang badan saya udah terasa berat banget, pakai baju juga serba salah karena lebar dimana-mana, huhuhu. Pas masuk ruangan, saya lepas alas kaki, ditimbang dengan alatnya. Dan langsung keluar hasilnya tuh. BB saya waktu itu 76,4 kg kalo ngga salah, hahaha. Lalu kadar lemak dalam tubuh saya jauh melewati batas normal. Normalnya buat wanita kalo ngga salah sekitar 20-30% dari total berat badan. Saya sudah masuk kategori obesitas karena tinggi badan saya hanya 158 cm, hiks.. Diukur juga metabolisme saya umur berapa, dan metabolisme saya waktu itu hampir 2x usia saya, hahahaha. *jleeeeeeeb*  Stress ngga saya dengernya, tapi ke dokter kan memang mau lebih sehat dan turun ya berat badannya, jadi mari kita telan bulat-bulat kenyataan tersebut. Lalu, mulailah si dokter ketak-ketik merumuskan menu buat saya. Saya menunggu dalam diam. Soalnya udah dapat bocoran kan dari teman kalo doski gimana orangnya, hahaha. Pas dia kasih menunya barulah saya baca dengan seksama. Karena saya masih menyusui, saya cuma tanya suplemennya ngaruh ngga sama ASI saya. Dan dia bilang ngga masalah, fiuuuh... Jadi apa menunya sih? Here it is...

Jadwal makan 1 : 08.00
Roti gandum 2 lembar. Polos tanpa isi.
Suplemen pagi.

Jadwal makan 2 : 10.00
Apel 1 buah. Ukuran dan jenis bebas. (Saya pilih apel karena supply di Giant dekat rumah lebih konsisten apel daripada pear, hahaha)

Jadwal makan 3 : 12.30
Nasi 6 sdm
Ikan/ayam tanpa kulit/daging 65 gram. Ditimbang mentah, tanpa tulang.
Tahu 40 gram. Ditimbang mentah.
Sayuran hijau 2 sdm. Setelah matang, kuahnya bebas.
Suplemen siang
Minyak goreng/santan/mentega 0 ml. (Dengan kata lain NO minyak goreng/santan/mentega)

Jadwal makan 4 : 16.00
Roti gandum 1 lembar. Polos tanpa isi.

Jadwal makan 5 : 19.00
Nasi 5 sdm
Ikan/ayam tanpa kulit/daging 65 gram. Ditimbang mentah, tanpa tulang.
Tahu 40 gram. Ditimbang mentah.
Minyak goreng/santan/mentega 0 ml. (Dengan kata lain NO minyak goreng/santan/mentega)

Jadwal makan 6 : 21.00
Apel 1 buah. Ukuran dan jenis bebas.


Hal lainnya yang perlu diperhatikan sbb :
- Tiap orang mungkin akan mendapatkan menu yang berbeda sesuai dengan kondisi tubuh saat mulai diet. Tapi dari 2 teman saya yang lain, menunya ngga terlalu beda jauh.
- Untuk hasil maksimal harus disertai olahraga jalan kaki minimal 30 menit tiap hari, tanpa berhenti ya jalannya. Ngga disarankan olahraga terlalu berat sama dokternya. Temenku yang ikut zumba pun disuruh berhenti dulu selama diet.
- Boleh menggunakan segala macam jenis bumbu, garam sesuai selera, kecap, saos dan sejenisnya. Jadi kalo mau pakai saos tiram, saos tomat, boleh asalkan sebagai bumbu atau buat pendamping makan.
- Boleh minum teh atau kopi, asal ngga pakai gula. Pemanis bisa diganti dengan gula diet. Minuman yang diperbolehkan hanya air putih.
- Makanan atau minuman di luar menu ngga boleh juga. Tapi klo penasaran bisa SMS ke dokternya supaya afdol, hehehe.
- Cara masak juga bebas, asal ngga menggunakan 3 minyak goreng/santan/mentega itu tadi. Kalo saya prefer panggang atau tumis tapi tanpa minyak goreng. Jadi masih bisa lho makan sayur asem sm sambel terasi, hahaha.
- Kalo jadwalnya sering telat atau ngga tepat, dokter bilang si akan memperlambat pembakarannya. Jadiii, sebaiknya disiplin ya teman-teman.

Setelah diet

Target bersama dokter waktu itu adalah 20 kg hingga akhir November 2015. Asalkan saya disiplin ya. Di 2 minggu pertama dokter menjamin kalo saya disiplin dengan schedule yang dia buat, turun minimal 4 kg. Saya kemarin turun 5 kg di 2 minggu pertama. Idealnya si 2 minggu sekali datang ke dokter untuk konsultasi dan cek progress.Kalo saya ni, saya hanya datang di 1 September itu, terus menunya saya ulang sampai bulan November. Biar irit juga, per konsultasi plus suplemen habis sekitar 975ribu soalnya, hihihi. *emak2irit* Di 2 bulan pertama turunnya lumayan tuh, sampai 12 kg. Saya disiplin juga olahraga soalnya tiap pulang kantor. Jalan santai aja 30 menit tanpa berhenti. Pas suami pindah kantor dan ngga bisa pulang jam 6, jadilah saya agak jarang jalan. Ngga ada yang nemenin jalan soalnya, huhu. Nah bulan November mulai agak melambat tuh. Sampai akhirnya turunnya hanya nambah 2 kg saja sampai Desember. Nah, 1 Desember 2015 saya ke dokter lagi. Dan sampai sekarang mentok di 15 kg turun totalnya, hahaha. Separuh November saya mulai cheating karena sering meeting dan kerja dari luar, belum lagi shooting sampai tengah malam. Desember lebih berantakan lagi, hahaha. Fiuuuuh.. Anyway, pada pertemuan kedua kadar lemak dalam tubuh saya turun cukup jauh, tapi saya lupa pastinya.

Menu untuk konsultasi kedua saya sbb :

Jadwal makan 1 : 08.00
Roti gandum 1 lembar. Polos tanpa isi.
Telor putih rebus 1 butir.
Suplemen pagi.

Jadwal makan 2 : 10.00
Apel 1 buah. Ukuran dan jenis bebas.

Jadwal makan 3 : 12.30
Nasi 5 sdm
Ikan/ayam tanpa kulit/daging 65 gram. Ditimbang mentah, tanpa tulang.
Brokoli 3 kuntum.
Suplemen siang di tengah waktu makan.
Minyak goreng/santan/mentega 0 ml. (Dengan kata lain NO minyak goreng/santan/mentega)

Jadwal makan 4 : 16.00
Apel 1 buah. Ukuran dan jenis bebas.

Jadwal makan 5 : 19.00
Nasi 5 sdm
Ikan/ayam tanpa kulit/daging 65 gram. Ditimbang mentah, tanpa tulang.
Brokoli 3 kuntum.
Minyak goreng/santan/mentega 0 ml. (Dengan kata lain NO minyak goreng/santan/mentega)

Jadwal makan 6 : 21.00
Roti gandum 1 lembar. Polos tanpa isi.

Dan untuk periode setelah konsultasi kedua ini masih belum istiqamah karena alasan yang saya sebutkan di atas. Sejauh ini sudah turun 15 kg alhamdulillah, sempat naik sedikit tapi turun lagi kalo saya kembalikan pola makan saya. Jalannya kadang cuma di weekend atau di mall, hahahaha. Setelah mengikuti program diet ini keuntungan lainnya adalah saya jadi lebih fit. Memang benar makanan dan minuman yang kita konsumsi itu sangat berpengaruh ke kesehatan tubuh. Sebelum melakukan diet, saya sering banget pakai koyo. Selama diet bahkan hingga kini, alhamdulillah lebih fit dan bebas koyo. Plus ngga gampang capek walaupun harus shooting sampai dini hari. Yeaaaay.. *jogethula2* Salah satu penjahatnya kayaknya si minyak goreng, santan dan mentega itu si. Keuntungan lainnya adalah tentu saja bisa pakai baju macam-macam model, hohoho. Beberapa baju lama yang tadinya kesempitan sudah bisa dipakai lagi.

Nextnya saya mau nurunin 5-6 kg lagi nih. Setidaknya balik lagi ke berat badan sebelum nikah. Saya dari dulu emang ngga pernah kurus-kurus amat si, hehehe. Doakan ya semoga saya istiqamah.

Love you, life. :D

Wassalamu'alaikum wr wb.