Follow Me @lisna_dwi

March 16, 2016

Liburan di Hotel Padma Bandung

March 16, 2016 26 Comments


Assalamu'alaikum wr wb,

Bandung seperti ngga ada habisnya buat dieksplor. Saya mungkin salah satu diantara banyak orang yang ngga akan pernah bosan pergi ke Bandung buat berlibur. Selain dekat dengan Jakarta, tiap bulan bahkan mungkin tiap minggu, adaaaa aja tempat baru yang bisa dikunjungi. Tanggal 6-8 Februari kemarin saya, suami dan si kecil pergi berlibur ke Bandung. Tapi kali ini bukan buat keliling seantero Bandung buat wisata kuliner atau mengunjungi tempat yang sedang hits, kami lebih ingin menikmati Hotel Padma Bandung yang tersohor itu. Pricey? I prefer to say, it's worth the money. Check this out...




Udah dari lama saya dan suami berandai-andai bisa menginap di Hotel Padma Bandung. Sebenarnya saya sudah pernah menginap di sana waktu ada acara kantor di 2012 lalu. Karena begitu berkesan makanya pas suami beride ingin ke Padma saya langsung iyakan. Udah lama juga saya bolak-balik cek harga kamar di Padma, dan selalu masih mihil buat ukuran kantong kami, hahaha. Lalu di awal bulan Februari, iseng tuh saya lihat harga kamar di Hotel Padma Bandung antara tanggal 6-8 Februari via Traveloka, pas banget long weekend. Dan ternyata harganya lagi lumayan banget lho. Saat itu saya lihat harga kamar tipe Premier, refundable, semalam dihargai Rp 2.300.000. Sebelum memutuskan membeli, saya bandingkan dulu dengan at least 2 sumber yaitu Agoda dan website Hotel Padma Bandung. Dan via Traveloka lebih murah, dan karena saya menggunakan aplikasinya, jadi makin murah lagi, hihihi. Beli lewat aplikasi Traveloka lebih murah 200ribuan daripada Agoda dan dari website Padma-nya langsung. *k-ciiing* Tapi ni ya, waktu itu sempat pikir-pikir agak bundir (bunuh diri) si kalo ke Bandung pas long weekend. Alamat macet tiada berujung. Tapi memanfaatkan long weekend berarti menghemat jatah cuti. Lalu saya coba lihat-lihat lagi aktifitas dan fasilitas apa saja yang bisa dinikmati di sana, ehmm dan sepertinya memang tidak perlu kemana-mana kalo menginap di hotel selengkap Padma.


Day 1, 6 Februari 2016

Akhirnya hari yang ditunggu tiba. Kami berangkat selepas subuh sekitar pukul 05.15. Seperti dugaan kami, alhamdulillah perjalanan lancar. Memang kalo ke Bandung saat long weekend, sebaiknya hindari berangkat pada malam hari sebelum hari libur dimulai. Lebih baik berangkat di hari libur pertama dalam long weekend itu, dan berangkatnya subuh atau dini hari. Pemberhentian pertama adalah Farm House Lembang. Tulisan tentang Farm House akan saya post sendiri ya, hehehe. Selepas puas di Farm House, kami langsung menuju Hotel Padma yang beralamat di  :

Jl. Ranca Bentang 56-58 Ciumbuleuit, Bandung 40142, Indonesia
Phone: +62 22 203 0333, Fax: +62 22 203 6633

Klik di sini untuk peta lokasi.

Sempat mampir makan di Koloni 108 untuk makan siang. Tempat makan ini semacam food court dengan berbagai macam pilihan makanan. Bisa jadi salah satu pilihan tempat makan kalo mau makan di luar hotel. Kalo ngga macet, dari Padma ke sini hanya hanya menempuh perjalanan kurang dari 10 menit. Harganya pun terhitung standar, makan utama seperti paket nasi dan ikan bakar dibanderol 30ribuan saja. Sedangkan pasta atau makanan ala Jepang lebih mahal sedikit sekitar 40ribuan. Overall masih terjangkau. Soal rasa, lumayan enak ko.




Sudah kenyang, lalu kami pun lanjut menuju hotel. Kami sampai sekitar jam 13.00 dan berarti belum waktunya check in. Masih seperti yang saya ingat, sambutan dari karyawan Hotel Padma sangat ramah. Dan suami pun merasa jatuh cinta juga dengan servicenya sejak pertama kali menginjakkan kaki di Padma Hotel. Karena belum bisa masuk kamar, koper dan barang bawaan kami titipkan di concierge. Salah satu front liner menyuguhkan kami welcome drink dingin, segeerr. Lalu menginfokan apa saja aktifitas yang bisa kami lakukan selama menginap di Padma. Beberapa yang saya ingat adalah sbb :

- Aktifitas untuk anak : nail art, DIY class, cooking class, memberi makan kelinci, angsa dan ikan. Oh dan ada juga kuda yang disediakan untuk tamu yang ingin jalan-jalan di sekitar hotel. Biayanya murah ko, hanya 25ribu kalo ngga salah.
- Kids playground : ada indoor dan outdoor. Indoor bisa untuk anak dari bayi, sedangkan outdor untuk balita. Di indoor ada permainan masak-masakan, puzzle, dokter-dokteran, mini golf, DVD player untuk menonton, dll. Sedangkan outdoor ada permainan anak seperti jungkat jungkit, ayunan, flying fox.
- Sport activities : memanah (start jam 9 pagi), zumba & modern dance class (jam 5 sore), tersedia lapangan basket, lapangan bola mini, kolam renang untuk dewasa dan anak, hot jacuzzi pool, yoga (jam 7 pagi).
- Fitness center dan sauna for free. Alatnya juga lumayan lengkap.
- Hill trekking : Biasanya dimulai jam 7 pagi dan harus daftar dulu sebelumnya.
- Ruang entertainment : Ruang ini berupa ruangan luas dengan fasilitas karaoke, billyar dan sofa besar untuk bersantai. Tiap kamar dapat jatah 1 jam untuk menggunakan ruangan ini, dan book dulu jangan lupa.
- Afternoon tea time : Tiap jam 3-5 sore ada waktu minum teh yang ditemani dengan berbagai cemilan.

Area lobby yang nyaman

Siang hari itu masih bisa untuk memberi makan kelinci, dan salah satu karyawan Padma membekali kami dengan air minum. So thoughtful yaaaa, kami berdua emang paling ngga bisa dikasih service baik begini, langsung luluh, hahaha. Tapi belum sempat ke bawah, ternyata kamar kami sudah siap dan kami akhirnya lebih memilih ke kamar untuk istirahat. Oya ada yang unik dari pemberian nomor lantai di Padma. Semakin kecil nomornya berarti menempati paling atas, semakin besar justru semakin ke bawah. Misalnya, lantai 1 itu tempatnya lobby sedangkan lantai 8 menjadi lantai paling dasar. Unik ya, hihihi.


Hijaunya pemandangan dari kamar

Kamar kami menghadap perbukitan hijau, ahhh so serene. Jendela full kaca memungkinkan kami melihat ke arah bukit. Kamar mandinya dilengkapi dengan bath tub, alamat naya minta berendam mulu deh, hahaha. Kami memilih double bed dan non smoking room. mengutip dari Agoda, fasilitasnya dalam kamar kami adalah sbb :

Description : Located at the 2nd down to 8th Floor of the hotel building. A modern 33,6-sqm room with a modern bathroom featuring shower and bathtub are separate. A king size bed (200 cm x 200 cm) or twin single beds (200 cm x 120 cm). All beds are furnished with plush duvet covers. All rooms are also equipped with LCD TV 42 inch, DVD Player, a safe deposit box – laptop size and face to the luscious green valley. An additional extra bed or baby cot is available upon request. Extra bed is unavailable for twin bed due to space.

Room Features : air conditioning, bathtub, daily newspaper, hair dryer, ironing facilities, refrigerator, separate shower and tub, balcony/terrace, coffee/tea maker, desk, in room safe, mini bar, satellite/cable TV, shower, bathrobes, complimentary bottled water, DVD/CD player, internet access – LAN (complimentary), non smoking rooms, seating area, television LCD/plasma screen. 



Ada photobomb, hahaha




Naya seperti biasa kalo menginap di hotel senangnya ampun-ampunan, lari mondar mandir, bersorak-sorak, joget-joget, ngajak dansa. Dan si ucul makin senang karena ada cermin besar di kamar, ngaca teroossss, hahahaha. Kurang piknik ni dehse. >_< Waktu istirahat sekitar jam 2.30 siang ada petugas hotel mengetuk Selepas istirahat, kami turun untuk menikmati cemilan sore sambil ngopi dan ngeteh. Makanannya si sebatas kacang rebus dan jajanan pasar. Enak-enak ko, tapi bukan yang enak bangeeet, hehehe. Makannya sambil menikmati suasana sore dan semilir angin yang bikin ngantuk, hahaha. Setelah cukup makan banyak kenyang kami bergegas ke bagian outdoor playground sambil jalan sore. Niatnya si mau kasih makan kelinci, tapi kelincinya udah kenyang semua dan wortelnya sudah habis, hahaha. Ya abesss sampai sana sudah mau jam 5 sore, hahaha.

Untuk ngga muat ke kolong kasur, hahaha.






Lalu akhirnya suami memutuskan untuk mencoba fitness centernya. Kalo saya sama naya main di playground indoor, lumayan ada masak2an, hehehe. Naya asik main, lumayanlah sambil nunggu papanya olahraga. Malam harinya kami makan di Maxi's Resto, sebuah restoran dengan konsep semi fine dining. Sepertinya dulunya restoran ini adalah rumah dengan taman yang besar, tapi disulap jadi restoran dan tamannya sering kali dipakai untuk acara resepsi pernikahan. Alamat lengkap Maxi's Resto :

Jl. Gunung Agung No.8 Ciumbuleuit, Bandung
Telp. 022 2032 666 / Fax. 022 203 1438.

Klik di sini untuk peta lokasi.




Jarak dari Padma hanya 5 menit saja. Kalo mau sambil jalan santai juga bisa, karena dekat sekali dengan hotel. Sayangnya kemarin itu hujan, jadi kami harus naik mobil. Tadinya saya kira restoran ini mahal, karena waktu cek di website seperti restoran semi fine dining gitu. Ternyata soal harga cukup terjangkau. Misalnya ni, tuna caesar salad harganya hanya 20ribuan. Pizza signature mereka hanya 80ribuan, porsinya besar pula. Spaghetti bolognaise pun dibanderol dengan harga 40ribuan. Makanannya pun enak. Maap ga sempat foto karena riweuh nyuapin naya makan terus rada rewel karena ternyata si ucul lelah dan ngantuk. Lalu diapun tertidur setelah makan, hahaha. Untuk cek menu dan restonya seperti apa bisa intip websitenya.


Day 2, 7 Februari 2016

Hari ini diawali dengan sarapan besaaar, hahaha. Menu breakfast di Padma sangatlah beragam. Ada makanan western, masakan Indonesia, camilan ala oriental, teh, kopi, jus, susu, sereal, salad buah, keju, aneka roti dan pastry, dll. Rasanya sayang kalo ngga dicobain semua, hihihi. Total sekitar sejam lah buat sarapan, selain karena naya juga makannya lama si, hehehe. *alasan* :))




Sarapan pencitraan, hahahaha

Setelah sarapan, istirahat sebentar kemudian lanjut berenang. Kolam renangnya hangat buibu, so jangan khawatir. Ada kolam renang untuk anak dan juga dewasa. Kalo tahan sama namanya yang jacuzzi dengan suhu air 40 derajat celcius, silakan dicobain berendam di sana. Saya mah ngga tahan dah, hahaha. Walaupun long weekend kolamnya ga ramai, waktu sarapan sebelumnya juga gitu. Masih nyaman, bukan yang crowded semacam pasar. :'D Saat berenang sambil menikmati pemandangan hijau, udara sejuk, subhanallah. Selepas berenang, mandi, istirahat dan nonton DVD bawaan. Jadi lebih baik bawa DVD sendiri ya, karena kalo pinjam di hotel seringkali habis. Oh ya, kalo baca di postingan blog lain ada menu bantal. Tapi kami terlalu riweuh dan sudah puas dengan apa yang ada, jadi urung ganti bantal, hahaha.





Kalo travelling sama bocil, ya jadwalnya ngikutin jadwal dia deh, Karena capek habis berenang trus lanjut main, naya tidur siang lamaaaa, hahaha. Jadi papanya ikutan tidur dan saya tetep ga bisa tidur. Lalu suami punya sahabat yang memang tinggal di Bandung, jadilah sore kami diundang ke kafe miliknya or milik temannya ya?! Teuing, pokoknya mah yang penting kopinya enak, hihihi. Namanya Kozi, an open bar and coffee lab, di Jl. Gudang Selatan 22, Bandung. Tempatnya tersembunyi gitu di dalam bekas gudang TNI. Seru deh tempatnya, cocok buat kerja, belajar, baca atau ngobrol sama temen. Kalo mengutip istilah kekinian mah, tempatnya instagramable, hahahaha. Sebelum ke Kozi, kami mampir ke Koloni lagi buat makan siang, hahaha. Soale di sana variasi makanannya banyak, selain itu sejalan jadi ngga perlu khawatir kena macet. Nah yang sial si waktu jalan menuju Kozi, karena kami terperangkap macet selama 2 jam lebih. Padahal normalnya hanya 30 menit saja. Fiuuuh.. Ditambah hujan lebat pula, komplit kan tuh ngga bisa gerak, hahaha. Kalo bukan karena udah janji sama teman mah, mending bobo aja di hotel, hahaha.

Kozi Coffee Lab

Sesampainya di Kozi sudah maghrib dan kami chit chat seru sampai jam 19.30. Lalu kembali ke hotel dan untungnya ngga macet. Sayangnya, ruang entertainment yang tadinya sudah saya pesan, urung saya gunakan karena saya mampir makan dulu di Alas Daun. Hahaha.. Kebetulan kafenya dekat sekali dengan Alas Daun itu. Bagi yang belum pernah ke sana, worth to try lho karena akan merasakan makan beralas daun pisang, hehehe. Makanannya khas sunda, kita pilih sendiri lauknya lalu pengolahannya mau dibakar atau goreng. Alamat lengkapnya di :

Jl. Citarum No. 34, Bandung
Pertemuan antara Jl. Diponegoro dan Jl. Supratman
Telp. +62 22 7231101

Klik di sini untuk peta lokasi.


Link sumber

Day 3, 8 Februari 2016

Pas hari ketiga baru deh kita nyobain kegiatan lainnya. Sayang banget yak?! Yah maklum deh bawa balita jadi ngga bisa maksa buat nyobain semua. :'D Pagi-pagi kami ke area playground outdoor yang letaknya ada di bagian bawah hotel. Lumayan lengkap tuh ada ayunan, jungkat jungkit, ada nama mainan lain saya ngga hapal, hahaha. Ada juga kandang kelinci, kandang angsa, ada kolam ikan juga, area flying fox, lapangan basket, lapangan rumput yang bisa dijadikan area futsal atau sepakbola mini. Di tepi kolam renang ada juga aktifitas buat anak-anak tuh, semacam nail art, DIY, cooking class, seru banget. Tapi ya buat anak di atas 3 tahun, naya belum mau duduk manis buat dibuatin nail art, hahaha. Kalo ada class dance buat balita, baru deh si ucul bisa ikut. :))






Nah, niatnya cuma main basket sama suami. Naya biasa deh ngejar-ngejar bola aja dia mah, ahahaha. Ternyata datang 2 karyawan Padma yang akan jadi instruktur memanah. Yeaaaay.. Akhirnya kesampaian juga mau nyobain olahraga ini. Menurut instrukturnya si alat yang digunakan semi serius, alias bukan yang asli. Karena yang asli busurnya aja beratnya minimal 8 kg. Wait, berarti sama aja kayak manggul 3 tabung gas kecil ya, hahaha. Dan posisi tangan kanan dan kiri juga harus pas, badan tegak, lalu fokus. Yah lumayanlah busurnya kena ke sasaran, tapi bagian luar, hahaha.





Naya akhirnya kasih makan kelinci setelah kami cobain memanah. Lucu-lucu banget kelincinyaaa, gemessss.. :)) Tapi kelincinya seperti sudah kenyang karena ada beberapa anak kecil lain yang juga kasih makan, hahaha. Pantesan mereka gondut-gondut. :)) Apa setelah itu kami berhenti? Tentu tidaaak, berenang lagi dong, hahaha. Suami fitness dulu, saya dan naya berenang berduaan. Seruuu.. Karena airnya hangat naya ngga mau stop berenang sebenarnya, tapi kan belum unpacking ya. Sebelum pulang, saya foto-foto dulu. Naya sebenernya tidur ni, jadi suami foto sambil gendong naya, hahaha. Makasih suamiiiii... *kisskiss* Perjalanan pulang seperti yang sudah kami duga, ya macetot, hahaha. Total kami 5 jam deh di jalan, termasuk makan, beli kopi dan pipis si, hehehe. Untungnya naya anteng aja karena ada cemilan dan DVD film Snoopy and Charlie Brown. Bayanginlah Jakarta-Bandung PP tuh Snoopy ngga berhenti diputer. Mabok snoopy mama naaak, hahahaha. Tapi tetep happy banget, dan semoga ada rezeki lagi jadi bisa menginap bawa keluarga lain. Aamiin.






Overall, Hotel Padma Bandung menurut saya worth the money ko walaupun terbilang mahal. Pertama fasilitas dan aktifitasnya lengkap, buat orang dewasa dan anak-anak semua kebagian. Kamarnya bagus dengan fasilitas in room yang ciamik. Ngomongin soal pemandangan juga ngga diragukan lagi, so pretty. Makanan? Beragam dan enak. Mau makan di luar hotel juga ada beberapa pilihan oke. Last but not least service mereka menurut saya nilainya 10 out of 10. I and my husband really appreciate excellent service. Mau balik lagi? Mau banget kalo ada rezeki lebih, hehehe. Semoga bermanfaat ya.





Love you, Life. :D

Wassalamu'alaikum wr wb.

March 08, 2016

Outer for Hijaber

March 08, 2016 6 Comments
Assalamu'alaikum wr wb,

Saya termasuk orang yang suka banget pakai outer (atau outerwear). Outer atau sebut saja luaran, ada berbagai macam jenis. Dari mulai vest tanpa lengan, jacket (bisa bahan jeans, cotton), atau (yang lagi hits) parka, cardigan, poncho, coat, blazer, hoodie, apron, daaaan masih banyak lainnya. Kalo lihat apa yang disajikan Wikipedia, sedikitnya ada 38 jenis outer.

Buat saya yang berhijab, memakai outer seringkali jadi trik untuk menyamarkan pakaian yang sedikit ketat. Pakai outer yang loose atau longgar juga oke tuh.








Selain itu, outer juga biasanya saya gunakan untuk jadi item color block dalam outfit saya. Iyess saya suka sama yang nama tabrak warna atau motif, hehehe.

March 07, 2016

Event Story : Clozette Blogger Babes X Lancome & Orlymiin

March 07, 2016 4 Comments
Assalamu'alaikum wr wb,

Siapa sih perempuan yang ngga suka dimanja dan diberikan special treatment? Kalo saya sih suka, pake banget, hehehe.. :)) Makanya waktu ada undangan dari Clozette Indonesia untuk ikutan Clozette Blogger Babes Gathering with Lancome & Orlymiin saya langsung iyakan. Kapan lagi bisa diberikan treatment special oleh tim dari Lancome, brand kosmetik yang sudah mendunia asal Perancis yang sudah terkenal dengan produk perawatan kulit, make up dan perfumenya yang berkualitas. Lalu kuku peserta juga akan dipercantik dengan nail art dari ORLYmiin. Kalo ORLYmiin udah pada tau belum? ORLYmiin Premium Beauty Lounge adalah satu beauty lounge dan salon yang memberikan service perawatan kecantikan dari ujung rambut sampai ujung kaki dengan kualitas premium. Makin ngga ada alasan buat nolak dong yah?! Acaranya pun di hari Sabtu, 13 Februari waktu libur kantor. Mama pun butuh me time ya sekali-sekali. ;D Waktu itu di undangan ada dua sesi pagi dan siang, dan saya memilih sesi pagi karena kondisi jalan waktu pagi lebih bersahabat biasanya. Tempatnya di Beauty Room, Sogo Pondok Indah Mall.




Nah pertama datang, saya diberikan beberapa option treatment mana dulu nih yang mau dilakukan duluan. Ada skin check, nail art, hair do, make up dan facial massage. Karena ada beberapa peserta yang sudah duluan datang, waktu itu saya pilih treatment yang available yaitu melakukan skin check wajah terlebih dahulu. Oya, saya juga ketemu dengan neng Iffa yang sedang magang di Clozette. Senangnya bertemu lagiiii... :*


Kenalkan Mba Tari dari Lancome

With Iffah

Hmm gimana yang sesungguhnya kondisi kulit wajah saya?! Saat mulai konsultasi, Mba Tari beauty consultant Lancome menanyakan ritual dan produk skin care wajah yang sehari-hari saya gunakan. Tadinya saya pikir tipe kulit saya normal kombinasi cenderung kering. Namun, setelah dicek, dari tingkat kelembaban kulit dan kadar minyak di kulit wajah saya hasilnya adalah di daerah T, kulit saya normal cenderung berminyak. Sedangkan area lain di wajah saya memiliki kelembaban dan kekenyalan yang cukup bagus. Jadi penggunaan pelembab yang rutin di siang hari dan bio oil + eye cream di malam hari memberikan hasil yang positif. *dancing* Lalu Mba Tari konsultannya memberikan "resep" produk Lancome apa saja yang cocok buat saya. Karena next stepnya adalah face massage. :D

March 01, 2016

My First Giveaway : lisnadwi X vaastuid

March 01, 2016 37 Comments


Assalamu'alaikum wr wb,

Hai hai haiii. Sudah bulan Maret aja nih. Setelah tertunda beberapa minggu, inilah dia yang saya tunggu-tunggu, My First Giveawaaaay! Yeaaay.. *dancing* Tujuannya apa? Buat have fun dan bagi-bagi rejeki aja sih, hehehe. Beberapa kali alhamdulillah saya menang giveaway maupun kuis, nah ini ceritanya saya mau give back gitu. ;D Dalam giveaway perdana ini saya menggandeng satu clothing line wanita yang mengangkat tema minimalist, modern dan modest dalam karyanya. Produknya bagus dan sudah pasti terjamin kualitasnya. Ngga cuma buat wanita berhijab, produk Vaastu bisa buat siapa aja yang cinta dengan tampilan modest. Soal harga? Terjangkau banget. Yu boleh cek toko sebelah, hihihi. Kalo yang follow saya, pastilah pernah lihat saya beberapa kali foto OOTD dengan produk @vaastu.id. *semacam banyak follower, hahaha*



Oke inilah dia caranya, gampang kok...

1. Follow/like social media saya dan Vaastu di :
- instagram @lisna_dwi  & @vaastu.id
- twitter @lisna_dwi
- blog saya di www.lisnadwi.com melalui badge Google+ yang ada di blog saya
- Facebook fanpage Vaastu di account Vaastu Indonesia
- Line @vaastu atau pin bbm vaastu di 595f00df

2. Repost foto giveaway di akun instagram kamu, cukup sekali repost saja ya. Sertakan hashtag #lisnadwigiveaway #lisnadwiXvaastuid sebagai tanda kamu ikut serta dalam giveaway ini.

3. Cantumkan id akun twitter, line/username BBM, id akun Google+ dan facebook kamu dalam caption. Jangan lupa untuk mention akun instagram @lisna_dwi dan @vaastu.id . Mention/tag 10 teman kamu untuk ikutan giveaway ini ya.

4. Periode giveaway 1-20 Maret 2016 [updated] dan diperuntukan bagi yang berdomisili di Indonesia saja. Pemenang tidak bisa memilih size atau jenis hadiah.

5. Akan ada 4 pemenang ya untuk hadiah berikut ini ya dear :

- Hadiah I : MAP voucher 100rb & 1 grid midi outer dari @vaastu.id 







- Hadiah II : MAP voucher 50rb & 1 flare skirt dari @vaastu.id 





- Hadiah III : 1 stripe shirt dan circle scarf dari @vaastu.id




- Hadiah IV : Blush on Promiscuous Peach Make Over, Hada Labo make up remover dan Khalisa Lip Care






6. Pemenang akan ditentukan oleh penyelenggara. Keputusan penyelenggara sifatnya mutlak ya dear.

Naaah, tunggu apalagiiii? Hayo ikutan sekarang yuk, yuk, yuuuk... 

Love you, life. :D

Wassalamu'alaikum wr, wb. 

February 23, 2016

Diet Demi Body Image Positif, Why Not?!

February 23, 2016 18 Comments
Assalamu'alaikum wr wb,

Musim hujan begini biasanya gampang banget ni kena godaan indomie rebus plus cabe rawit. Atau teh manis panas dipaket sama pisang goreng yang fresh from penggorengan alias masih anget. Oohh atau semangkok bakso dengan kuah pedas ditemani oleh pujaan hati teh botol. *glek* Bayanginnya aja udah bikin terbit air liur ini, hehehe. Dan biasanya si cuaca adalah salah satu saja dari sekian panjang list excuse untuk makan banyak dan makan apa aja. Makan itu seringkali jadi excuse buat yang lagi stress, yang lagi banyak pikiran, yang lagi butuh booster ASI etc, etc. Dan buat beberapa orang sebut saja namanya lisna a moment on the lips, forever on the hips itu valid adanya. Kemudian akibat kurang kontrol dan kebanyakan excuse tadi, akhirnya mengalami yang namanya overweight. Overweight saya cukup parah si, selain dampaknya sama kesehatan juga sampai bikin minder. And yes, I once looked negatively on my body image.

Link sumber

Ngomong-ngomong soal body image, saya sempat mengalami ketidaknyamanan akan bentuk tubuh saya sendiri saat masih kelebihan berat badan. Selama hamil saya mengalami kenaikan berat badan yang signifikan, 22 kg. Dari yang biasanya berkisar 58 kg, menjadi 80 kg saat hamil 9 bulan. Woow.. Jangan ditanya beratnya ya, berat banget, hehehe. Selepas melahirkan dan kemudian masuk kantor, berat badan saya tinggal 7 kg lagi menuju bb ideal saya. Tapi kemudian saya permisif sama kebanyakan excuse. Hingga puncaknya bb saya mencapai 76 kg beberapa bulan lalu. Fiuuuuh...

Sebenarnya sudah banyak teman atau keluarga yang bilang saya gendutan, gemuk banget, subur, lebih montok, you name it lah. Saya kadang masih agak cuek karena suami ngga mempermasalahkan dan memang melarang saya diet sampai anak kami 2 tahun dan selesai menyusui. Yang bikin sedih itu kalo mulai cari baju karena baju yang lama banyak yang ngga muat. Atau waktu bercermin dan melihat badan saya ko montok amat, hahaha. Beberapa kali belanja bareng suami, dan ambil beberapa potong baju untuk dicoba dan begitu keluar kamar pas pasti saya manyun karena semua baju ngga muat, hahaha. Begitu juga kalo saya browsing mau coba belanja online. Ukuran saya pasti musuhan sama umumnya ukuran online shop. Jadi kadang ni saya buka HijUp dan coba cari-cari yang saya butuh. Ada yang saya taksir, tapi terus lihat ukurannya ngga bisa buat saya. Sakitnya tuh di siniiii.. *tunjuk paha, lengan, perut, pinggang, dada, pundak*

Blouse By Ria Miranda yang dulu pasti ngga muat di saya :))

Mungkin bagi sebagian orang mempunyai tubuh dengan size plus plus bukanlah suatu masalah dan mereka pede-pede aja, that's totally fine. In fact, I envy you. Toh banyak teman dan bahkan mama saya masih pede dengan bentuk tubuhnya. Tapi, menurut saya overweight bukan hanya semata soal bentuk tubuh secara visual. Kalo di saya, overweight dan masalah obesitas juga mengganggu kesehatan saya. Makin berat tubuh saya, makin saya merasakan kalo tubuh saya jadi kurang fit dan lebih gampang sakit. Jadi kombinasi antara ketidakpedean, ketidaknyamanan dan tidak fitnya saya mendorong saya untuk menjalani program diet dimulai ketika anak saya sudah berusia 2 tahun (baca di sini). Program diet yang saya pilih pun saya putuskan setelah saya banyak mempelajari berbagai jenis diet dan bertanya ke beberapa teman yang pernah melakukan diet sebelumnya.

Ingin meluruskan sedikit ya dear soal menjalani program diet. Diet sebenarnya bukan hanya bertujuan untuk menurunkan berat badan atau untuk menjadi lebih kurus. Diet (atau dieting) lebih dari itu.

Dieting is the practice of eating food in a regulated and supervised fashion to decrease, maintain, or increase body weight. In other words, it is conscious control or restriction of the diet. Dieting is often used in combination with physical exercise to lose weight, commonly in those who are overweight or obese. Some people, however, follow a diet to gain weight (usually in the form of muscle). Diets can also be used to maintain a stable body weight. (Dieting, Wikipedia) 

Mengatur diet sebenarnya selain untuk menurunkan berat badan, juga untuk menjaga atau menambah berat badan. Dan idealnya program diet juga diimbangi dengan olahraga. Caranya? Ada banyak banget caranya, misalnya diet berdasarkan golongan darah, diet pisang, diet mayo, diet sesuai dengan anjuran Rasulullah swt, etc. Menurut saya semua sah-sah saja, asal dilakukan dengan benar dan tidak mendzalimi diri sendiri. Kenapa saya bilang mendzalimi diri sendiri, karena ada kalanya orang menafsirkan diet itu dengan tidak makan, dengan makan sangat sedikit dan mengurangi asupan nutrisi tertentu atau sebaliknya dengan banyak makan atau terlalu banyak olahraga. Tak sedikit orang yang mencibir, ngapain si susah-susah diet, hidup tuh harus dinikmati. Setuju sekali soal hidup harus dinikmati. Tapi buat saya, enaknya menikmati hidup itu kalo saya sehat, merasa nyaman dan percaya diri. Buat saya si jadi makin susah kalo tau saya overweight dan kurang fit, tapi terus ngga diet, terus makin ngga pede dan malah jadi ngga sehat. Dan kalo result dari diet demi image tubuh yang lebih positif, ya kenapa engga?! No pain, no gain, darling.

Tapi semuanya kembali ke diri sendiri ya, dear. Kalo memang sudah nyaman dengan kondisi sekarang, dan tidak memiliki masalah kesehatan apapun, keep it that way and be thankful. Dan kalo dengan kondisi sekarang sudah bisa pakai rok kayak di bawah ini, ngga usah diet buat ngurangin berat badan kali yaaaaaaa, hihihi.

Beautiful skirt by Ria Miranda 

Before - After

Tulisan ini diikutsertakan pada HijUp Blog Competition yang diselenggarakan oleh HijUp dan HijUp Magazine.

Love you, Life. :D

Wassalamu'alaikum wr wb.

February 20, 2016

Review Lipstick Purbasari Matte 82, 84, 87, 90

February 20, 2016 28 Comments

Assalamu'alaikum wr wb,

Hai ladies, udah pakai lipen belum hari iniiii? Pake gih, biar kelihatan lebih seger gitu, hihihi. Eh itu mah saya yaaa, tiap orang punya preference yang beda si soal pakai lipstick. Ada yang sukanya pakai lip balm aja, cukup lipgloss atau lipen yang cetar dengan berbagai macam warna dan teknik pemakaian. Kalo saya suka pakai lipstick simply karena saya ngga jado dandan, hahahaha. Jadi klo pake lipen merona di bibir wajah jadi keliatan beda walaupun dikit, hehehe. Dulu si paling punya lipstick satu atau dua aja dengan warna nude atau pink serupa warna bibir. Saya lupa tepatnya kapan, tapi sejak hamil saya jadi centil. Saya mulai beli lipstick dengan warna merah. Iya merah, glossy lagi, hahahaha. Apalagi kan lagi hamil bibir jadi lebih penuh ya, jadi ya lumayan bold lah jadinya. Ehhh jadinya keterusan karena kok ya jadi berasa lebih cerah muka saya dan kekurangan saya soal dandan jadi lumayan ketutup, hihihi. Lagian lipen harganya banyak yang murce merince aka murah, senangnya hatikuuuuu.. :D



Sebenarnya, postingan yang berbau beauty ini terinspirasi dari teman-teman saya yang mana genrenya beauty blogger. Saya kenal mereka awalnya dari Clozette. Mereka canggiiiih, dan saya jadi terpacu buat belajar dan nyoba buat review beberapa produk yang memang terkait dengan make up atau skin care. Girls thanks so much, you have inspired me! *kecup manja* Tapi yang saya review sebatas yang memang saya gunakan sehari-hari ya. Namanya belajar ya sis, maklumin ya sis... Okay enough talking. Kali ini saya mau membahas soal lipstick Purbasari matte tipe 82, 84, 87, dan 90. Kenapa warna-warna itu? Ya karena saya cuma punya dan pake itu, hahahaha. Tapi emang hits banget ya di tahun lalu. Walaupun ternyata mba Arum yang ciamik itu sudah membahasnya dari 2014 lalu! Wooow...

Baca juga Review Lipstick Purbasari Matte No 91, 93 dan 95


Purbasari Matte swatch


Ingat, yang gambarnya putri raja.. LOL

Purbasari matte ini kemasannya berwarna hitam, dengan tulisan emas. Wadahnya pun berwarna senada dengan bentuk yang ramping memanjang, jadi ngga bulat silinder seperti kebanyakan lipstick. Kesan pertama waktu memutar lipennya ko si kemasannya berasa kopong dan kayak ringkih yaaa, hahaha. Kemudian menyumbul si lipstick berwarna cantik, dan masalah wadah dimaafkan. Pertama saya beli no 82 dan 90, lalu menyusul 84 dan 87 yang katanya paling hits. Buat yang bibirnya cenderung kering, sebelum memoleskan lipennya sebaiknya bersihkan dulu si bibir dengan lip scrub atau lip makeup remover, lalu oleskan lip balm dulu ya. Karena kalo engga, bhaaay nanti semacam tanah gersang di musim kemarau, retak-retak gituuuu, hahaha. First swatch si oke dan terasa cukup lembut dan smooth. Jodoh ni sama bibir saya. Yippiiii... Oya, warna 82 dan 87 itu hampir miriiiip. Dua-duanya punya warna yang bold. Kalo ngga salah ni ya 82 cenderung maroon, kalo 87 cenderung keunguan. Eh correct me if I'm wrong ya, hihihi. Jadi bisa pilih salah satu aja, kalo penasaran kayak saya baru boleh beli dua2nya, lagian murah juga cuma 30ribuan, hahahaha. *excuse* 



No 82





No 87



Sedangkan no 84 cenderung merah cabe terang menyolok gitu. Eh tapi jangan sedih buat yang ngga suka warna gonjreng, kalo yang tetep mau beli bisaaa, puk puk tipis aja *duh apa ya pukpuk tipis istilah makeupnya?!* :)). Jadinya seperti rona peach dan bisa juga dibuat bibir ala-ala Korea lho. Tapi sayangnya si bibir ala Korea ini ga cocok di saya, hahaha. Terus saya juga beli no 90, menurut saya ini warna cenderung nude ke coral. Bukan warna saya si sebenernya karena kurang gonjreng syalala, tapi okelah buat selingan. Dan lipen saya yang tipe ini udah patah aja dong. Antara saya yang grasak grusuk atau emang kayak saya bilang sebelumnya, wadahnya tetoot, kurang oke. Oke Purbasari, kalo baca postingan saya, please deh itu wadahnya dibikin lebih bagus, hehehe.


No 84

Dengan sapuan full

Dengan sapuan tipis

No 90



Nah, tadi kan ada 2 lipen yang saya beli belakangan tuh. Sayangnya, dua lipen itu menurut saya ngga se-smooth yang dua pertama. Entah kenapa, apa produk mereka kurang standar saya ngga terlalu tau. Tapi lebih keset gitu rasanya, apa ya bahasanya make upnya keset?! Tolong dibantu ya buibu, prok prok prok.. >__< Tapi buat saya ngga terlalu masalah si, jadi nonce problemo. Soal ketahanan, surprisingly si purbasari matte ini cukup tahan lama. Kalo cuma buat ngoceh aja si bibir ini ngga pake makan gorengan sepiring, di saya bisa tahan dari pagi sampai siang, ya total 4 jam cakep, 5 jam pudar sedikit, 6 jam pudar dikit lagi, 7 jam mending pake ulang deh, hehehe. Bisa si tahan 12 jam, tapi kamunya pake sebelum tidur, terus tidurnya telentang aja, pasti tahan deh, hahahaha. Duh maapkan  kengacoan saya. :P

Setelah 4 jam pemakaian

Setelah 3 jam dan habis makan

Jadi kesimpulannya, kalo penasaran beli ajaa, murah ko cuma 30ribuan aja. Dan sekarang udah banyak yang jual pula. Di Guardian, Century udah ada juga. Di Aeon malah ada konternya lengkap. Di toko-toko make up di pasar tradisional juga masih ada si kayaknya. Kalo yang bibirnya kering banget mending pinjem punya temen dulu deh coba sekali swatch, kalo enak beli, kalo ngga cocok ngga keburu nyesel buang-buang duit kan. Oiya, gosipnya si lipen ini masih mengandung paraben. Tapi kalo saya baca beberapa artikel, kalo penggunaannya ngga berlebihan si masih bisa ditolerir. CMIIW yaa.. :D

Semoga membantu yaaaa.. Kalo ada masukan, monggo. Mamaciii..

Love you, life. :D

Wassalamu'alaikum wr wb.  

February 11, 2016

Wisata ke Taman Safari Cisarua

February 11, 2016 11 Comments
Taman Safari Cisarua

Assalamu'alaikum wr wb,

Setelah puluhan tahun ngga ke Taman Safari Cisarua, akhirnya Kamis, 4 Februari 2016 lalu saya datang kembali ke sana, hehehe. Kali ini ajak anak, mamih, adik dan si embak berlibur ke sana. Naya pernah ke Kebun Binatang Ragunan, tapi belum pernah ke Taman Safari Cisarua. Saya dan suami memang membiasakan Naya untuk sayang pada binatang, dan sebisa mungkin melihat dan berinteraksi langsung dengan binatang. Beberapa waktu lalu pas ke Kuntum Farm Field Naya sempat kaget dan ketakutan waktu dengar lenguhan keras anak sapi, hahaha. Salah kami juga si, karena pas dia kaget kami berdua malah ketawa ngakak dan Naya malah jadi kaget, hihihi. Nah, jadi deg-degan juga Naya berani ngga ni berhadapan sama binatang-binatang besar dari dekat.

February 03, 2016

5 Wishlist Peralatan Rumah Tangga di Lazada

February 03, 2016 4 Comments
Assalamu'alaikum wr wb,

Hai semuaaa, bagaimana hari-harinya selama musim hujan ini? Kalo saya ni, hujan di malam hari membuat makin susah bangun di pagi harinya. Enaknya si ndusel-ndusel sama anak dan suami di balik selimut, hehehe. Tapi demi dapur tetap ngebul jadi harus tetap giat bekerja ya buibu pakbapaaak. ;D Kebetulan juga saya diizinkan suami untuk bekerja di luar rumah demi menambah tabungan dan memenuhi kebutuhan rumah tangga. Tapi percayalah, di rumah saya akan kembali kepada fitrah menjadi ibu rumah tangga yang harus masak, mengurus anak dan beres-beres. Eh tapi bagian beres-beres kebetulan saya delegasikan ke si embak. Maklum mama juga manusia, butuh istirahat sepulang kerja, hihihi. *lah jadi curhat* :))

Eh tapi ngomong-ngomong soal kebutuhan rumah tangga, pasti buibu atau pakbapak punya beberapa barang yang masuk wishlist ya. Ya ngga si? Ya dong, ya kaaan?! *lah maksa* Hahahaha.. Kalo saya sih yes, punya beberapa wishlist yang pingiiiin banget saya miliki. Ada 5 item yang saya sudah intip di Lazada ni...



Air Purifier

Air Purifier

Kenapa air purifier? Karena kebetulan rumah saya di pinggir jalan raya dan saya punya anak balita usia 2 tahun 3 bulan. Ini sebenarnya wishlist yang harus segera diwujudkan si, karena udara makin ajaib aja makin hari, huhuhu. Agak tertolong selama ini karena di seberang ada banyak pepohonan yang cukup menahan laju debu dan polusi. Harapannya dengan si air purifier ini akan membantu menjaga udara agar selalu sehat dan jernih. Dan kalo dari baca-baca beberapa artikel juga, sistem penjernih udara yang ada sekarang bahkan mampu menonaktifkan virus, bakteri, penyebab alergi dan menghilangkan bau yang menempel pada bahan.



Air Condition (AC)

AC/Pendingin Udara

Iya sekarang saya anak AC alias ngga tahan kalo tidur ngga pakai AC, huhuhu. Dan menurun ke anak juga sekarang. >__<  Nah, makanya mau cari yang lebih watt-nya lebih rendah tapi dengan tenaga lebih besar. Sekarang kayaknya di kamar hanya 1/2PK dan watt-nya besar, jadi lumayan boros energi listrik. Sudah ngga terlalu dingin juga walaupun bolak-balik diservice, padahal dibersihin secara rutin, ganti freon juga ngga pernah absen. Jadi kesimpulannya mungkin memang harus ganti baru, hihihi.



Mesin Kopi