Follow Me @lisna_dwi

September 09, 2018

Tips Aman Menginap di Area Transit Changi Airport



Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

Siapa yang demen kalo lewatin dan explore Changi Airport? Kalo jawaban kamu iya, berarti kita sehati, hihihi. Jangankan cuma singgah dan menjelajah Changi kak, saya dan teman-teman sudah pernah juga menginap di sana. Menginapnya bukan di hotel ya, tapi di area transit. Oya FYI, pengalaman ini saya lalui sewaktu Februari lalu saya ada project bareng dengan beberapa teman-teman blogger yah. Karena saya dan teman-teman ingin irit, jadilah kami ambil penerbangan malam sekitar jam 21.55 dan sampai di Changi Airport jam 01.00 dini hari waktu Singapura. Lumayan kan ya hemat biaya penginapan 1 malam, hahaha. Dan kami pikir konten yang kami cari juga fokus di Changi Airport, jadi keesokan paginya kami bisa mulai explore Changi lebih puas, hehehe.

Sebelum berangkat berpetualang, hazeeek.. 

Sebelum berangkat saya sempat browsing soal pengalaman orang-orang menginap di Changi Airport. Reviewnya beragam, ada yang berhasil dan ada juga yang harus rela diciduk petugas dan kemudian digiring untuk keluar area transit, hahaha. Kebanyakan ya kalo mau aman menginap di luar area transit. Tapi ya namanya sudah keluar area transit ya, ngga banyak tempat nyaman yang bisa digunakan. Selain itu saya dan teman-teman ngincer konten yang mostly ada di area transit, jadi mau ngga mau kudu wajib harus menginap di area itu, ahahaha. Cuma benang merah yang bisa saya ambil dari pengalaman orang-orang adalah keberhasilan menginap di area transit adalah pertama soal keberuntungan. Lalu yang kedua jangan kelihatan seperti orang bingung tanpa tujuan, kudu pede jaya tak gentar, eaaa, hahaha. Kesimpulannya ya bismillah aja dah, minta kelancaran dan kemudahan sama Allah, hahaha.

Baca juga 4 Taman Instagramable di Dalam Changi Airport, Yang Ke-4 Ngga Boleh Terlewat

Persiapan Menginap di Area Transit Changi Airport

Karena berniat traveling hemat, pilih tiket dan hotel juga yang murah meriah. Dan kebetulan ada poin Traveloka yang bisa saya gunakan, lumayanlah irit beberapa ratus ribu, hahaha. Lalu dari yang tadinya nyela-nyela Aie karena pakai koper, akhirnya saya pakai koper juga sih, hahahaha. Karena setelah dipikir-pikir toh jalanan Singapura bagus juga yak.

1 koper kabin dan 1 backpack medium.

Jika ingin bermalam di Changi Airport menurut saya persiapan sudah harus dimulai dari pemilihan flight. Nah kalo kamu mau punya banyak pilihan untuk bisa menginap di area transit bandara Changi, cari pesawat yang kedatangannya di T1-T3. Yang harus diperhatikan adalah di mana terminal kedatangan flight kita. Sebenarnya saya dkk juga ngga tau-tau amat si tadinya. Lalu saya tanya-tanya juga ke suami dan temannya. Katanya kalo misalnya kita mendarat di satu terminal dan di area tersebut bukan transit, kamu harus langsung menuju area transit di mana banyak connecting flightnya. Gimana ya jelasin supaya mudah, hahaha. Misal ni, kamu pakai AirAsia ya, kan mendarat di T4. Nah di area pendaratan flight tersebut rata-rata semua tujuan akhirnya adalah di Changi Airport, jadi kalo kamu tengah malam buta masih kelayapan di sana udah pasti terdeteksi bukan penumpang yang mau transit. Jadi kemungkinan diusir akan lebih besar, hahaha. Terus kalo ke-gep security dan bilang mau transfer/transit juga ngga make sense karena area itu bukan area transit, ahahahaha.

Baca juga Ke Marina Bay Sands, Jangan Lupa Ke Art Science Museum Singapore

Ini jam 01.00 dini hari lho padahal, tapi pasanglah muka pede jaya dan cerah ceria, hahaha.

Lalu ada beberapa persiapan lain yang saya bawa dari Jakarta. Bawaan yang penting versi saya adalah:

  1. Pop mie. Ya karena sampainya udah dini hari, kan siapa tau lapaaar, hahaha. 
  2. Colokan (adaptor) yang kompatibel sama Singapure. Karena gadget dan kamera yang fully charged adalah KOENTJI! Ya soalnya sambil kerja kan yak. Saya beli di ACE yang bisa buat dipakai di beberapa negara, cari yang paling murah aja, Rp 39.000, hahaha. 
  3. Selain adaptor ya tentu saja bawa power bank, charger, baterai cadangan buat kamera, SD card buat kamera juga. 
  4. Bantal tiup. Karena dari hasil baca beberapa blog, ya snooze lounge yang punya sandaran kepala itu semacam hot seats dan udah pasti jadi rebutan. Harganya cuma 20ribuan di Tokopedia. 
  5. Baju ganti. Ini beserta dalemannya ya tentu, hahaha. 
  6. Mukena. Meski ada musholla di Changi Airport, tapi males juga kali ah nyari-nyari musholla tengah malam atau waktu masu shalat subuh, hahaha. Jadi amannya bawa mukena sendiri dan kalo perlu bawa sajadah kecil buat traveling. 
  7. Skincare dan make up basic. Nah khusus skincare saya sudah menampungnya dalam kemasan travel size, jadi masuk jadi satu dalam make up pouch. Jangan lupa perfume juga sediakan versi mininya supaya ngga kena jegal karena liquidnya > 100 ml ya. 
  8. Botol minum kosong. Karena di Changi Airport bertebaran tap water dan di beberapa titik bahkan ada dispenser dengan pilihan air panas. Daripada beli air mineral terus, kan boros kakaaak, hahaha. 
  9. Botol kosong untuk bilas setelah BAK dan BAB. Walau sekarang sudah ada beberapa toilet yang dilengkapi dengan air, tapi ya belum banyak sih. Buat orang Indonesia yang biasa cebok pakai air, membersihkan pakai tisue aja pasti kurang afdol, hahaha. 
  10. Jaket/sweater/pashmina/kaos kaki. Apapun yang bisa menahan dingin dan ngga repot untuk dibawa. Seriusan ternyata Changi Airport kalo malam itu dingin betul. 
  11. Handuk kecil. Buat apaan? Bukan buat olahraga si yang pasti, tapi buat lap badan dan lap muka. Ngga bisa mandi kan ya, jadi ya elap-elap aja deh. Ya meski menginap di bandara jangan sampai bau badan dan asem gitulah ya, hahaha. Kalo mandi harus bayar sampai belasan SGD. Wih mending buat beli oleh-oleh yeee.. :)) 
  12. Obat-obatan pribadi. Kalo andalan saya ya koyo, Counterpain, Tolak Angin, balsem, Panadol, dan P3K simple lah. Maklumlah saya tim segala rupa dibawa, hahaha. 
  13. Nomor HP yang bisa nyambung di Singapura. Kalo saya pakai Simpati. Kalo pasca bayar gimana? Duh untuk HALO, mau pakai international roaming mesti dibuka minimal sampai 2,5juta, menurut nganaaaa?! hahaha. Jadi mending pakai Simpati isi paket international roaming sesuai kebutuhan. Tenang, wifi di Changi Airport free sampai 24 jam. Mending dari Jakarta udah download aplikasi Bandara Changi supaya ngga rempong ketika mendarat di Singapura. 
  14. Bawa hanya koper yang muat di kabin. Kenapa? Karena sistem bagasi di Changi Airport sudah canggih benerr, terkomputerisasi dan cepat. Jadi ngga bisa tuh berlama-lama di suatu tempat, yang ada koper kita kelewatan, hahaha.

Menjelang malam keberangkatan, sempat terjadi drama ngejar pesawat. Tapi bukan saya dan Ifa pelakunya tapi Aie, hahaha. Namanya berangkat pas hari kerja, jadi ya namanya kerjaan ngga akan berhenti ya cuuuy belum lagi macetnya, alhamdulillah ngga ketinggalan pesawat. Dari pihak Jet Star juga membantu Aie dalam proses check in. Situasi yang sebenernya bikin deg-degan ini haruslah disikapi dengan tenang dan penuh canda tawa, hazeeek. Lumayanlah ya kejadian kayak begini inilah yang bikin travelling jadi berkesan, eaaaaaa, hahahaha.

Baca juga tulisan Aie di Trip to Singapore: #1 Nginep di Changi Airport

Teman traveling saya, Ifa.

Teman traveling saya, Rani.

Teman traveling saya, Aie.

Hal-Hal Yang Harus Dilakukan Saat Tiba di Changi Airport

Nah setelah melengkapi diri dengan bekal pengetahuan dan pengalaman orang-orang yang pernah menginap di Changi Airport, sesungguhnya ujian hadir saat sudah tiba di sana, hahaha. Yang pasti kalo saya, dari mulai berangkat selalu berdzikir dalam hati dengan bacaan "Laa hawla wa quwwata illa billah" yang berarti “Tidak ada usaha, kekuatan dan upaya selain dengan kehendak Allah.” Selain itu perbanyak juga baca "Allahumma yassir walaa tu’assir yang artinya adalah “Ya Allah, mudahkanlah urusanku dan janganlah Engkau persulit.” Ya namanya manusia, walaupun rencana udah pol-polan tapi kalo Allah ngga ridha gimana?! hehehe.


(Photo by Ifa)

Jangan malas melihat sign board kalo mau aman menginap di Changi Airport, hehehe. (Photo by Ifa)

Waktu mendarat saat itu ontime, sekitar pukul 01.00 dinihari. Saya dan teman-teman mendarat di Terminal 1 dengan penerbangan Jet Star. Demi lancarnya acara Pajamas Party menginap di area transit Changi Airport, ada beberapa hal yang harus dilakukan setibanya di Bandara Changi:

  1. STAY COOL. Jangan keliatan kayak orang linglung, hahahaha. Ngga usah nanya-nanya petugas bandara, sok yakin aja lihat sign board yang ada. Sebelum bergerak lebih jauh mending pastikan dulu apakah area itu aman atau tidak. Seperti yang saya bilang tadi, pastikan di area itu memang ada connecting flightnya. 
  2. Jangan pilih tempat bobo di lokasi yang terlalu terbuka. Itu mah sasaran empuk garukan petugas, hahaha. 
  3. Jangan buru-buru keluar imigrasi. Kalo kalo udah keluar ya bukan menginap di area transit lagi namanya, hahaha. Jadi menginap di area public yang ngga terlalu nyaman. 
  4. Jeli menatap peluang. Bahahahaha, lebay yak. Eh tapi beneran ini ya. Keliling dan cari tempat yang ngumpet dan jarang dilalui orang. Jangan underestimate sama suatu tempat entah karena terlihat gelap, sempit atau nyempil. 
  5. Simpan barang berharga dengan seksama. Waktu akhirnya tidur di Changi sih alhamdulillah aman-aman aja. Karena udah saking capek dan ngantuk ya HP semua dihampar aja di atas meja sambil di charge, hahaha. Tapi kalo bawa kamera dan barang berharga lain better disimpan dengan lebih baik sih ya, mungkin dibawa dalam koper atau backpack yang dipakai. 

Saya akhirnya menemukan tempat yang aman damai buat bobo di tempat gelap dan tampak tertutup. Tapi saya lihat kok ya escalator-nya hidup, berarti ada sesuatu nih. Saat saya cek, alhamdulilah semacam lounge tempat menunggu yang memang sudah gelap. Sofanya lumayan nyaman, banyak colokan dan yang penting tersembunyi dari pemeriksaan petugas. Waktu melihat ke sana, sudah ada beberapa traveler yang juga ingin merasakan menginap di Changi, alias irit juga sama kayak kami, nyahahaha. Alhamdulillah juga karena dekat tempat saya dan teman-teman akhirnya tidur ini, ada dispenser air panas buat bikin teh atau pop mie, hahaha. MashaaAllah, Allah Maha Baik yaaaa..



Lihat eskalator itu, nah naik ke atas dan temukan tempat tersembunyi yang oke untuk bobo, hohoho.
Tempat kami bermalam di Changi Airport. (Photo by Ifa)

Tempat kami bermalam di Changi Airport. (Photo by Ifa)

Tempat kami bermalam di Changi Airport saat sudah terang.

Jaket, sweater yang teman-teman bawa sangat berguna karena memang menginap di Changi Airport itu cukup dingin. Saya pakai baju yang sama dengan berangkat supaya tas yang saya bawa ngga terlalu berat. Plus baju saya sudah berlapis-lapis, dengan inner lebar dan kaos kaki, amaaan ngga merasakan dingin, hehehe.

Ini oknum yang ngeluarin semua barang untuk ditata terus-menerus ampe capek liatnya, hahahahaha.




Walau kondisi saat itu udah demek, kusut, capek, ngantuk, laper, tapi alhamdulillah bisa dibawa happy, hahaha. Apalagi makin kelihatan karakter asli sahabat seperjalanan. Ada yang rempong semua isi tas dikeluarin, ada yang berhamburan barang miliknya di segala penjuru, ada yang pelor (nempel molor) tidur sambil mangap plus ngorok, tapi semuanya menerima dengan ikhlaaasssss seiklash-ikhlasnya, hahahahaha.

Tebak ini mandi apa engga hayoooooo?! hahahahaha.

----

Sharing juga yuk pengalaman kamu menginap di bandara! Boleh Changi Airport atau bandara lain juga lho, siapa tau saya akan menginap juga di sana, hihihi. Thank youuu..

Love you life. :D

Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

7 comments:

  1. Seseru itu mbak Lisna, aku kayanya mesti nyobain haha :D btw aku blm pernah ke spore haha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya seseru ituuuuu, harus coba, hahaha. Semoga bisa segera ke spore, aamiin.

      Delete
  2. LUVVVV! Bacanya sambil throwback dan mesem2 hihihiiiiw!

    Alhamdulillah yah sistur bisa tidur dengan selamat

    btw jadi semangat buat nulis versiku juga.

    Maaci kaka lisnatuljannah panutanque yang jeli menangkap peluanggg!<3

    tertanda,
    yang barangnya bertebarab di segala penjuru wkwkwkwk

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya rejeki kita sis, hahaha. Aku udah baca versi kamuuu, seruuu, hahaha.

      Delete
  3. Suami dan anakku nginep semalam di changi pas ke HK kmrn. Akunya nginep di KLIA krn kita memang beda pesawat :p. Aku sendiri nginep di changi blm prnh, pdhl pengen.. Yg udh dirasain selain KLIA, prnh juga di HK airport. Tp parah ah di sana. Ga asik tempatnya. Jauuh lbh enak di KLIA. Pernah juga di bandara Frankfurt. Kalo eropa mah bandaranya ga ada yg asyik utk diinepin juga hahahah. Ruameeee... Ttp sih changi nomor 1 memang :)

    Di Haneda juga asyik, komplit pula fasilitasnya. Tapi ttp ya blm bisa ngalahin changi :p

    ReplyDelete
    Replies
    1. Di HK cuma transit, jadi ga tau banyak. Di KLIA juga, tp emang KLIA tampak lebih sepi dan lebih bisa diinapi, hahaha. Semoga yang ke yurop bisa kejadian, aamiin. Tapi ttp ya balik2 yg the best tetap changi, hahaha.

      Delete
  4. Enak kali bisa nyaman tidur tanpa diubrak ya Allah. Waktu itu saya nginep di KLIA, udah nemu pojokan paling atas dan pojok udah gelap, udah siap tidur semua. Eh ketahuan petugas :)

    Jadinya duduk duduk aja di kursi penuh dengan cahaya (agak terbuka gitu tempatnya). Untung saja udah larut banget, jadi ya mana ada yang peduli xD

    ReplyDelete